KSR UPI adakan Pendidikan dan Pelatihan Dasar ke-41, Regenerasi Organisasi Berjiwa Relawan

 


Bandung, 2 Mei 2026 Setiap regenerasi adalah pernyataan kepercayaan, bahwa nilai yang telah dijaga selama ini layak untuk diteruskan. KSR PMI Unit UPI kembali menegaskan kepercayaan itu melalui pembukaan Pendidikan dan Pelatihan Dasar (DIKLATSAR) ke-41 yang digelar di Halaman Rabbani, Sersan Bajuri. Dengan tema "Mencetak Anggota Muda KSR PMI Unit UPI yang Berjiwa Relawan, Responsif, Empati, Loyal, Amanah, Wibawa, Adaptif, dan Netral," kegiatan ini menjadi penanda bahwa proses kaderisasi KSR UPI terus berjalan dengan penuh kesungguhan.


Pembukaan DIKLATSAR ke-41 dihadiri oleh sejumlah tamu penting, di antaranya Ace Kusnadi selaku Ketua Bidang Kebencanaan dan Kesukarelawanan PMI Kota Bandung, A. Agung Pranata selaku Ketua PMI Kecamatan Sukasari, Heri Rukmana, A.Md., S.Tr.T., M.M.Kes., selaku Komandan KSR PMI Kota Bandung, serta Dr. Nurti Budiyanti, M.Pd., selaku Dosen Pembimbing KSR PMI Unit UPI. Kehadiran rekan-rekan dari KSR PT dan UKM Sahabat UPI turut meramaikan suasana pembukaan, menjadikannya bukan sekadar seremonial, melainkan pertemuan dari banyak pihak yang percaya pada semangat kerelawanan.


Dalam laporannya, Nasya Kalila menyampaikan bahwa keseluruhan rangkaian DIKLATSAR akan berlangsung dari Maret hingga Juni 2026. Dari 105 mahasiswa yang mendaftar, sebanyak 94 orang berhasil tersaring setelah melalui proses wawancara dan tes fisik. "Jadikan setiap tantangan dalam Pendidikan dan Pelatihan Dasar ini sebagai ladang pembelajaran, dan setiap lelah sebagai bukti perjuangan. Karena di sinilah tempat kalian dibentuk, bukan untuk menjadi yang terbaik dari yang lain, tapi menjadi versi terbaik dari diri sendiri yang siap mengabdi tanpa pamrih," ujarnya kepada para calon anggota.


Ace Kusnadi dalam sambutannya menyampaikan kebanggaannya melihat antusiasme yang terus tumbuh di KSR UPI. Ia menyoroti keistimewaan momen ini, yakni pembukaan DIKLATSAR yang bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional. Menurutnya, hal itu menambah pemaknaan terhadap momen pembukaan. "60% pendidikan dirasakan dan didapatkan di luar kampus. Calon KSR ini akan berkiprah di 60% pendidikan itu, ke masyarakat. Ilmunya didapat di dalam kampus, tapi aplikasinya ke masyarakat. Karena setelah lulus pun teman-teman akan bergabung kembali ke masyarakat," ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa menjadi relawan terlatih adalah sebuah keistimewaan, sebab banyak orang ingin membantu, tapi hanya sedikit yang menyiapkan diri dengan ilmu dan kesiapan seperti yang ditempuh melalui KSR. Dari 105 pendaftar, sebanyak 94 orang berhasil lolos menjadi calon KSR, sebuah angka yang ia dengar dan menimbulkan rasa bangga sebagai cerminan tingginya kepedulian dan ketulusan mahasiswa terhadap sekitar.


Berbagai materi yang akan dibekalkan selama DIKLATSAR ini mencakup pertolongan pertama, organisasi, perawatan keluarga, serta ilmu kepalangmerahan lainnya, semua dirancang agar calon anggota tidak hanya memahami teori, tetapi juga siap mengaplikasikannya di lapangan dan di tengah masyarakat.


DIKLATSAR ini bukan program yang datang tiba-tiba. Ia adalah salah satu program kerja yang dijalankan KSR UPI secara konsisten setiap tahunnya, dengan pendekatan kaderisasi yang terus disempurnakan. Banyaknya tahapan dalam DIKLATSAR ini adalah bukti bahwa DIKLATSAR dipersiapkan dengan matang dan serius, karena tujuan yang diharapkan pun bukan main-main, yaitu lahirnya relawan yang benar-benar siap menolong, bukan hanya bersemangat.


Semangat para calon KSR yang hadir hari ini, kerja keras panitia yang sudah menyiapkan semuanya dari jauh-jauh hari, serta dukungan berbagai pihak yang turut memastikan kelancaran kegiatan ini, semuanya adalah bagian dari satu tujuan yang sama.



Kontributor : Fathimah Al-Qisthi

Dokumentasi : PDD Pendidikan dan Pelatihan Dasar 41 KSR UPI 


Tentang KSR PMI Unit UPI

Korps Sukarela Palang Merah Indonesia Unit Universitas Pendidikan Indonesia (KSR PMI Unit UPI) merupakan unit kegiatan mahasiswa yang bergerak di bidang kemanusiaan dan kepalangmerahan. KSR PMI Unit UPI berkomitmen untuk mencetak generasi muda yang peduli, terampil, dan siap berkontribusi dalam berbagai kegiatan kemanusiaan, seperti pertolongan pertama, donor darah, mitigasi bencana, dan kegiatan sosial lainnya.




Komentar